Feb 16, 2011

Butterfly on a Wheel

Mengulang sukses resensi film yang lalu, (Hmm.. yang bilang resensi itu sukses siapa yach?? @_@a)



Kali ini MJ mau mengangkat film yang bergenre “drama bikin penasaran”, loh, mang ada ya nama genre film seperti itu, wkwkwk, asli nih ngarang genre sendiri, ya suka-suka saya dong, wong saya yang nulis, jiehehee…..


Mungkin sudah banyak dari teman-teman yang menonton film ini, bagi yang belum, MJ sangat merekomendasikannya, terutama buat teman-teman yang sudah menikah, akan menikah, atau yang sudah punya pasangan, atau yang akan punya pasangan( Yah, buat semua orang dong kalo gitu :D)



Butterfly on a Wheel, diperankan oleh si ganteng Pierce Brosnan, Maria Bello, Gerard Butler, dan Callum Keith Rennie. Film ini diawali dengan gambaran seorang Neil Randall (Gerard Butler) yang mempunyai kehidupan yang sangat sempurna dilihat oleh siapapun, dia memiliki Abby seorang istri yang cantik, Sophie putri kecil yang imut, pekerjaan yang bagus, dan rumah yang menyenangkan.


Ketegangan bermula saat Neil dan Abby berencana pergi berakhir pekan, ditengah perjalanan ia dikejutkan oleh kehadiran seseorang yang bernama Tom Ryan (Pierce Brosnan), Sosok Ryan ini mengatakan bahwa ia telah menyandera Sophie, anak mereka.



Awalnya kita akan berpikir bahwa ini murni perampokan biasa, tapi saat semua uang tabungan Neil di Bank sudah didapat olehnya , ia malah membakar semua uang dalam koper itu dan membuangnya ketengah laut , dari sini cerita terus mengalir mengherankan, Neil dan Abby terus saja terpaksa melaksanakan perintah-perintah Ryan yang terkadang sangat aneh dan tidak masuk akal, pekerjaan yang Neil bangun selama ini jadi hilang begitu saja dalam satu hari itu, bahkan hadiah yang paling berharga dari Neil untuk Abby pun harus mereka relakan.



Perasaan, hati, jiwa maupun raga Neil benar-benar dipermainkan dan dibuat hancur berantakan oleh sesosok Pierce Brosnan ini, Neil seperti kehilangan hampir segalanya dalam satu hari itu, rasa penasaran akan terus berlanjut saat kita menonton film ini, sampai baru kita dapatkan jawabannya setelah menit-menit terakhir cerita, dan itu agak mengejutkan, karena tak terbayangkan sedikitpun olehku endingnya akan seperti itu, dan J yakin siapapun yang menonton ini, akan mengulang lagi ceritanya dari awal untuk melihat detail tiap-tiap menit kejadiannya.


Scene yang MJ sukai dalam film ini adalah saat Neil diperintahkan untuk memanjat ke atas menara yang sangat tinggi dan bisa saja membahayakan nyawanya, disitulah ia disuruh membaca sebuah kalimat dari Buku puisi karya Alexander Poope, Epistle to Dr Arbuthnot; Butterfly on a Wheel. Pada baris ke-308 :” and who breaks a butterfly upon a wheel” dan siapakah yang mematahkan kupu-kupu diatas roda”. Yang MJ memaknainya, dan siapakah yang melakukan hal kecil yang salah padahal ia sudah mendapatkan roda putaran hidup yang menyenangkan..



Yaphh, berapa banyak dari kita yang terkadang merusak semua hal yang sudah berjalan baik dan menyenangkan hanya karena sesuatu kecil yang sebenarnya sangat tidak berarti dan sangat tidak pantas untuk didapatkan...

24 komentar:

dv said...

emm pernah ntn film serupa ky gini de tapi judulnya Date Night, bedanya film ini ada komedinya dikit..tapi hampir sama tuh, kehidupan mereka berantakan hnya dengan 1 mlm,akhirnya tetep hepi ending c..

btw nice riview miss J *wink

joe said...

wah, film-film seperti ini kegemaran saya banget, jadi pingin nonton nih

chikarei said...

belum pernah nonton film ini :D
agak kurang suka nontoh hihiii

MJ said...

@dv: o ya?? ga pernah denger,judulnya apa dev?? jadi pnasaran pula sama yang itu, hehe... thanks ya miss dev *wink too *_-

@joe: ga nyesel deh mas nontonnya... :)

MJ said...

@chikarei: walaa,,salah buka blog dung,hehee...

Mr TM said...

Waaaaw...Sayang bangeet TM blm nonton "Telat dech si TM" jiheheheheee, kyknya seru ceritanya...

MJ said...

@TM: Waaaw juga, hoho,, gapapa TM, wong resensinya juga telat.. biar telat asal terlambat (haha)

Lily Kasim said...

orang tanjung pinang ya? whuaaaaaaaaa...

MJ said...

@Lily Kasim: Lha, kok kaget gitu mbak?? tp ga sampe jantungan kannn,, :) pernah kesini yach???

wits said...

pengen nonton jadiny, penasaran mode on

Gaphe said...

Drama romance gitu yah genrenya?.. saya sebenernya nggak terlalu suka sama yang menye-menye, tapi baca resensinya dan liat pemainnya jadi pengen nonton juga

Rizky2009 said...

aq belum pernah lihat film ini, lagian aq juga kurang begitu suka film2 drama, aq masih lebih suka film2 action

Yhantee said...

kayaknya keren tuh.. penasaran pengen nontonnya....

salam kenal mbak MJ ^__^

hudaesce said...

saya lebih suka film yang bergenre thriller ato action. hhe

kamal said...

maaf mba mo nanya jalan nich... nyasar ke blog ini lagi... kaburrrrrrrrrrrrrr ah..

alamendah said...

Jadi kepengen nonton film yang ini. Apalagi tahu jika endingnya bakal mengejutkan.

MJ said...

@wits: thanks mode on :)

@Gaphe: bahasa apa tuh menye-menye?? xD ga kok mas, jauh dari film romantis inih..

@Rizky: Ooooo...

@Yhantee: Thanks yhentee, salam kenal juga.. :)

MJ said...

@hudaesce: Ooooo..

@Kamal: ????? @_@a

@alamendah: nonton aja mas, ga rugi..

miss bibliophile (Fca) said...

halooo...sepertinya filmnya menarik dan rada-rada menegangkan...btw,salam knal ya :)

masyhury said...

kayaknya asyik nih film, tapi memang aq gak pernah nonton ke bioskop, jadi asli deh gak tau apa-apa soal film! hihi.. :D

ratansolomj9 said...

Film drama ya, ... kayaknya menegangkan

MJ said...

@Fca: menarik bngt, Salam kenal juga...

@mashury: di DVD kan bisa mas,,, :)

@ratan: iyah, thanks ratan.. :)

yuukisama said...

You might want to see these, "Butterfly Effect". Its a whole great story behind them. Try to catch 'em if you have some times to kill :P

MJ said...

@Yuuki: Hmm..Butterfly Effect.. Salah satu film yang cukup memberi effect mendalam pada jiwa dan pikiran saya (halah, lebay:P) kapan2 boleh juga tu coba-coba bikin resensi tu film, thanks 4 remind me yuuki.

Post a Comment